Tulisanku

Jumat, 09 Desember 2011

Aku,, BJ Habibbie dan Amin Rais

6 Juni 2011
Setelah masa revolusi itu, dan Mesir seperti semula ujian pun tiba. Hari ini ujian lisan pertama aku hadapi. Empat mata kuliah sekaligus. Fokusku terpecah. Jadwal ujian bentrok dengan acara dialog bersama tokoh nasional. Aku ingin bertemu sang idola. Ya beliau ialah Ayahanda Habibie. Kabar kedatangan B.J. Habibie beserta Amien Rais sudah terdengar seantero Masisir(sebutan mahasiswa Indonesia di Mesir) selama sebulan lebih. Aku mengira kedatangan dua tokoh reformasi ini atas undangan KBRI Cairo. Eh ternyata dugaanku meleset. Kedatangannya atas undangan pemerintah Mesir dan Negara Timur Tengah. Dalam forum dialog bertajuk “Internasional Forum on Pathways of Democratic Transitions Internasional Experiences and Lessons Learned”. Ternyata Reformasi Indonesia 1998 masih melekat dibenak para tokoh politik Timur Tengah. Mereka ingin belajar bagaimana mengendalikan pemerintahan pasca reformasi dari dua tokoh Indonesia itu. Pertama dari Presiden waktu itu dan kedua dari tokoh utama reformasi. Tiba-tiba kebanggaanku membuncah menjadi bagian dari bangsa Indonesia.
13081241421163693905
Habibie live in Jazeera. Sumber: Indonesian Embassy in Cairo
Jadwal ujianku jam 1 p.m CLT (waktu Cairo) selesainya tidak tentu. Sedangkan Acara dialog bersama sang jenius dijadwalkan selepas waktu ashar. Naas benar nomor ujianku 44. Sabar menunggu, takut, khawatir, gundah dan galau menari-nari bergantian di benakku. Semua itu karena ujian lisan dan takut tak bisa hadir di acara dialog itu karena jarak universitas sangat jauh butuh satu jam dari tempat dialog Azhar Conference Centre(ACC). Akhirnya adzan ashar berkumandang bertepatan dengan seleseinya ujian lisanku. Aku berpacu dengan waktu.
Tekan tombol play dan dengarkan!
Sholat Ashar di Mesjid Azhar-berlari ke halte bis Darrasah-menunggu setengah jam-naik bis berebutan-aku berdiri bergelantungan seperti biasa tak kebagian tempat duduk-bis meluncur ke daerah Nasr City-turun di daerah Hay Sadis, Elkhaleefa Street-Keringat bercucuran membuat kemeja putihku basah karena cuaca juga sangat panas waktu itu-naik tramko ke daerah Roba’ah el Adwiyyah-pukul 04.30 a.m tiba di seberang Azhar Conference Centre-menyelinap di kerumunan orang-Masuk ke auditorium-Penuh-aku berdiri-dan akhirnya aku melihat sosok mungil berotak raksasa.
Akhirnya aku melihat live sosok idola. Tulisan Indonesia Pasca Reformasi & Peran Lulusan Al-Azhar- Prof.Dr. Ing. BJ. Habibie terpampang di spanduk tepat di atas singgasana si jenius bersanding dengan pak Dubes. Alhamdulillah acara baru beberapa menit dimulai ketika aku datang. Seisi ruangan penuh aku hanya bisa berdiri di deretan paling belakang. Aku keluarkan note kecilku dan mulai menulis.
13081180852141538795
BJ Habibie bersama Pak fachir Dubes RI untuk Mesir
13081182021914855635
Spanduk Acara Dialog
Layar besar menampilkan pesawat hasil anak karya anak bangsa. Decak kagum penonton dibarengi tepuk tangan meriah. Hal yang ada di benak mereka mungkin sama denganku, bangga akan bangsa Indonesia. Pembicaraan dimulai dengan pesawat CN235 yang beliau tumpangi dari Jerman menuju Mesir. Pesawat pribadi. Lalu menceritakan rumah beliau di Jerman yang berlantai enam, tiga lantai di atas tanah dan tiga lantai bawah tanah. “Karena hobi saya berenang maka dirumah saya ada kolam renang yang berada di lantai tiga bawah tanah” kata Habibie. Sontak peserta tertawa sekaligus kagum. Hebat sekali bapak kita yang satu ini. Aku bahkan belum bisa membayangkan kolam renang bawah tanah apalagi memilikinya. Beliau menambahkan”dengan ilmu kalian bisa mendapatkan apa saja!” nada suaranya lantang. Semangatku terpompa, apalagi sekarang momen ujian.
Di usia beliau yang memasuki 75 beliau masih bersemangat, masih ceria seperti dulu kala. Lalu beliau bercerita ketika Mesir bertanya; “Bisakah 2020 Mesir maju dan bagaimana caranya?”. Beliau menjawab: Bisa, caranya pertahankan SDM dan kembangkan.
Meningkatkan SDM
Beliau melanjutkan pembicaraan setelah sejenak menyeruput air mineral di atas meja.
“Ada orang yang hidup dalam lingkungan yang sama, tetapi berbeda kualitas. Yang membedakan adalah apakah dia memiliki sinergi positif, ada 3 sinergi positif; Agama (imtaq), budaya dan ilmu pengetahuan“. Penjabarnnya adalah:
1. 1+1+1=3, itu menandakan orang yang normal dan biasa saja.
2. 1+1+1=3000, itulah orang yang berkualitas memiliki sinergi positif memadukan imtaq, budaya dan iptek.
3. 1+1+1= -35, itulah orang minus yang memiliki sinergi negatif.
Ketika dulu saya ditanya: apakah yang kamu pilih diantara imtaq dan iptek? saya menjawab tanpa berfikir lagi “saya memilih imtaq”, dengan imtaq itu akhirnya saya diberika Tuhan sekaligus ilmu pengetahuan yang dahsyat. Suatu momen di acara konferensi internasional organisasi para ilmuan saya sengaja duduk paling depan karena saya yakin akan ditanya. Dan memang benar saya ditanya dimanakah saya waktu organisasi ini didirikan. Saya menjawab bahwa waktu itu saya masih beliau sedang berada di kampung berbalutkan sarung dan mengaji.
Produktifitas Kerja
Acara dilanjutkan dengan dialog. Hal yang penting yang saya catat adalah tentang produktifitas.
Beliau menjadi orang yang produktif karena memiliki tiga sinergi positif di atas. Beliau adalah orang yang bekerja dalam satu jam sama dengan orang lain bekerja selama sebulan. Dunia ini sama, dimanapun kita berada tidak berbeda yang membedakan adalah sinergi positif itu.
Cinta Tanah Air
Pada tahun 1974, pada saat beliau berusia 38 tahun-sepuluh tahun setelah mendapatkan gelar Doktor- beliau diminta Presiden Soeharto berkarya di tanah air. Dikarenakan suatu ketika Soeharto ditantang Amerika yang berkata:”Indonesia tidak akan maju”. Akhirnya dia memanggil Habibie dan berkata:”kamu boleh minta apa saja asalkan jangan revolusi”. Akhirnya beliau pulang walaupun di Jerman sudah mendapatkan zona nyaman, dan berkarya untuk bangsa dan mampu membuktikan bahwa Indonesia mampu membuat pesawat terbang.
Lalu pembicaraan Habibie mengarah ke hadirin di ruangan, ” Anda mahasiswa sini, tugas anda adalah kembalilah ke tanah air dan yakinkan kebenaran kitab suci Al-Quran kepada masyarakat, dari semua segi ibadah juga ilmu pengetahuan di dalamnya”. Seluruh hadirin manggut-manggut mengamini perkataan beliau.
Kesetiaan
Pak Habibie bercerita tentang cinta di akhir acara. Cinta dan Kesetiaan akan seorang istri terhadap suami dan sebaliknya. Ketika dulu beliau dulu belajar maka ibu ainun membaca Al-Quran sehari satu juz, musik yang mengiringi beliau belajar iptek itu adalah Al-Quran. Dan Habibie pun menemani masa sulit ibu ainun sampai akhir hayatnya.
Acara berakhir pada pukul 8.3o p.m. Aku puas, hadirin melakukan standing ovation ketika beliau ber-uluk-salam. Akupun pulang beserta ribuan masisir.
Esok harinya Pak Habibie mengunjungi Wisma Nusantara, sebuah rumah indonesia di jantung kota Cairo yang didirikan pak Habibie. Mengobrol ringan serta melihat beberapa karya masisir yang berada di wisma. Dilanjutkan dengan foto bareng.
Akhirnya aku bisa menatap beliau langsung dua kali; satu jaraknya jauh dan kedua sangat dekat hanya berjarak beberapa meter saja.
13081235491823765015
Habibie di Wisma Nusantara. Sumber: Indonesian Embassy in Cairo
Bahagia dan kagum akan kejeniusan keramahan dan keceriaan beliau. Memotivasi seluruh mahasiswa Indonesia yang sedang ujian. Kenyataan lain yang sangat membuatku bahagia adalah tinggi dari bapak habibie sama denganku. Haha!!!. Akhirnya mulai detik ini aku tidak akan mengeluh lagi masalah tinggi badan.
1308124407580731674
Foto bareng bersama Idola Masisir. Sangat membanggakan.
Dialog dan Silaturahmi Bersama Amien Rais
Siapa yang mau melawatkan dialog dengan tokoh reformasi bangsa kita ini. Akupun dulu ketika kelas enam SD menyaksikan orasinya langsung bersama ayahku di depan gedung Sate Bandung. Acara bertempat di KBRI kawasan Garden City tanggal 08 Juni 2011. Acara dialog ini ternyata hanya terbatas untuk 300 orang. Aku tidak menghadiri acara ini karena terbatas dan juga bentrok dengan ujian tulis. Aku hanya mendengar cerita tentang dialog ini dari seorang teman yang menghadirinya.Dialog beliau menceritakan pengalaman reformasi Indonesia dan motivasi bagi mahasiswa disini untuk membawa oleh-oleh untuk tanah air ketika kembali. Pemuda adalah tonggak kemajuan bangsa. Amalkanlah ilmu untuk peningkatan SDM bangsa, karena tanpa pengamalan ilmu bagaikan pohon tak berbuah.

Pasar Mobil Jadi Ajang “Nobar” Anak Kairo

Kairo, 28 Mei 2011

Malam ini akan berlangsung pertandingan sepakbola paling dinanti-nantikan sepanjang tahun ini selain elclasico. Ya! Final liga champion antara Barcelona FC vs Manchester United. Pertaruhan gengsi kedua klub tersohor di jagat ini. Pertandingan terbaik.
Anak Kairo pun larut dalam euforia ini. Siapa yang mau melewatkan pertandingan sedahsyat ini kawan? ya! pastinya sangat disayangkan kalau terlewatkan. Anak Kairo disini meliputi pemuda Mesir, Mahasiswa Indonesia dan mahasiswa asing.
By the way dimanakah tempat favorit anak Kairo nobar? jawabannya adalah Suq es Sayaraat (pasar mobil). Sebuah lapangan besar serbaguna dan milik publik di tengah Nasr City, tempat penjualan mobil bekas di hari jum’at dan minggu. Sedangkan hari biasa merupakan lapangan gratis untuk bermain bola. Lapangan besar beraspal itu pada sore hari selain jumat dan minggu terkotak-kotak oleh gawang-gawang yang dibuat masing-masing kesebelasan pemain bola sok-profesional. Mahasiswa Indonesia, kulit hitam afrika dan pemuda Mesir ramai tumpah ruah setiap sore.
Musim panas tiba seperti sekarang, lapangan ini disulap menjadi kafe pada malam hari. Dua kafe besar outdoor dilengkapi dua layar besar dan deretan bangku plastik. Tempat favorit  melepas penat dengan minum teh, makan dan tentunya menyeruput sisha. Tempat yang cocok di musim panas menhirup udara sejuk yang hanya terasa pada malam hari. Ajang kumpul keluarga atau sekedar ngobrol-ngobrol ringan dan nonton bareng.
Nah kalau ada Big Match, Pasar Mobil dipastikan penuh. Menjadi ajang nobar Anak Kairo. Layar LCD bertambah menjadi empat dan bangku berderet rapih. Ratusan orang berkumpul di depan empat layar ini. Ada si hitam, si putih, si arab dan tentunya mahasiswa Indo. Dengan hanya bermodalkan 2 pounds(sekitar 3000 rupiah) untuk bayar nonton saja dan minuman yang rata-rata berkisar 3 pounds, kita dapat menonton dengan puas. Malam ini dipastikan Suq es-Sayarah penuh. Kalau tidak mau kehabisan tempat duduk kita harus datang setengah jam sebelum kick off dimulai.Apalagi malam ini, pertandingan super akbar di penghujung tahun. Aku dan kawan-kawan pun tidak akan melewatkannya. Seakan tidak peduli minggu depan kami akan menghadapi ujian.

Kamis, 08 Desember 2011

Jelajah Kota Kairo Kuno - Keindahan Cleopatra Memudarkan Keangkuhan Fir’aun

Adzan shubuh telah menggema seantero kota Kairo dari corong-corong dan kubah mesjid yang sangat indah nan megah menyapa telingaku dan membangunkan ribuan sosok tubuh yang terbuai mimpi-entahlah itu mimpi indah atau buruk tak hirau aku- berkumandang dengan syahdu menandakan kedamaian kota Kairo yang memang beberapa bulan yang lalu bak kota mati, Aih kata-kataku ini macam Kang Abiq saja - padahal aku hanya pura-pura jadi sastrawan biar dikatakan tulisan ini mempunyai estetika tingkat tinggi- haha aku tertawa sambil menyungging sedikit senyuman ditemani segelas kopi panas yang aku seduh setelah sholat shubuh tadi dengan dua sendok madu.
Tak sampai 10 menit minuman yang mengisi gelas hadiah ulangtahunku - perayaan ultah pertama di Kairo - kopi itu ludes dilahap bertubi-tubi oleh bibir, lidah, tenggorakan dan kelompok geng mereka. Ku langkahkan kaki menuruni tangga flat yang seakan tersenyum riang menikmati kebebasannya setelah menjadi saksi bisu revolusi menggulingkan presiden Husni Mubarak, krubuk blekbek itulah sapaan dari perutku yang keroncongan pada pagi nan sejuk dan damai sehingga niat awalku melangkah adalah membeli tho'miyyah bil-baidh bi isy syami - makanan khas mesir terdiri dari isy(roti gandum), tho'miyah(sejenis gorengan dengan bahan dasar terigu berwarna hijau) dan telor rebus dilengkapi salad dan mayonaise- dengan harga 1,5 pound sekitar Rp.2000 aku mendapatkannya, cukup mengganjal perutku hingga lunch nanti siang.
Hari ini aku bersama teman-teman yang masih berdiam di Kairo setelah menjadi saksi tumbangnya rezim tua yang telah monopouse dan tua renta  pemerintahan mesir dan tidak ikut eksekusi - bahasa candaan teman-teman kairo dari kata evakuasi -  merencanakan menjelajahi peninggalan bersejarah masa kejayaan dinasti Umayyah, Abbasiyyah dan dinasti Islam lainnya melalui Tim Armada Jelajah yang telah mengumumkan rencana penjelajahan itu melalui grup di Facebook.
Ikpm Cabang Kairo

Assalamualaikum …. Bagaimana kabar antum semua teman teman IKPM Cab Kairo ?
Dalam kesempatan ini kami Keluarga Besar “ ARMADA JELAJAH IKPM Cab Kairo “ mengajak teman teman sekalian semua untuk menjelajah sebagian situs peninggalan pada masa kejayaan islam di mesir ini . yang insyallah akan kita adakan pada :


Hari : Rabu,16 Maret 2011

Tujuan : Gate of mangka Al-Silahdar
Start : Wikalah al Ghuri
Kumpul : Di seketariat IKPM Cab Kairo
Pukul : 09.00 Clt ( tepat )
Adapun Situs Situs yang akan kita kunjungi :
1. Wikala & madrasah of Al-Ghuri
2. Mosque of Muayyad
3. Bab Zuwayla
4. Mosque of Qijmas Al-Ishaqi
5. Sabil Kuttab of Yusuf Agha
6. Maridani Mosque
7. Hammam Of bashtak
8. Suq As-Silah
Atas perhatian nya kami ucapkan terimakasih
Nb : pembiayaan sendiri ( ngeteng )
Di persiapkan alat potret nya
Wassalam


Itulah pemberitahuan yang aku dan teman-teman serumah flat dapatkan.  Sontak aku girang dan fikiranku membayangkan gedung-gedung megah di zaman dulu ketika aku merencanakan ikut dalam jelajah ini. Setelah lama tak jalan-jalan, yah lumayanlah untuk mengobati kerinduan pada negri tropis diseberang samudera sana walaupun masih ada entah rasa kecewa, iri dan senang tapi tak tahu apalah karena masih berdiam di negri Fir'aun dan Clepatra ini, celotehku sembari tersenyum simpul.

Kami beserta rombongan sekitar 20 telah berkumpul di halte bus kawasan Nasr City seperti pemberitahuan tadi bahwa transportasi ngeteng maklum sajalah kawan mahasiswa rantau tak cukup isi dompet kami untuk  menyewa bis travel atau bahkan minibus. Berangkatlah kami menggunakan Bis produksi China berwarna merah menyala seakan menyala-nyala masih bersemangat menumbangkan rezim otoriter, bertuliskan angka 80 dicoret jurusanAz-zahra - Darrasah. Siang hari sekitar jam 11 kami sampai di daerah yang kami tuju dan aku bertemu dengan teman-teman fotografer IPSC - komunitas fotografer mahasiswa Kairo - yang ternyata telah datang terlebih dahulu dari kami.

Kami berjalan menapaki jalan kecil diawali dari pasar tradisonal dan diakhiri benteng nan megah Bab el-Zuwaylayang konon tempat paling angker dimasanya, masih nampak dari penglihatanku kewibawaannya, kebengisan, keangkuhan dan sorot tajam mata benteng ini menatapku. Ku lalui pasar Wikala dan gedung-gedung kuno nan artistik berderet rapi ditepi jalan seakan-akan aku berada dimasa keemasan Islam lengkap berpakaian ala Arab kuno menunggangi hewan padang pasir serta membayangkan aku berada dalam pembuatan film Kingdom of Heaven. Alah aku mulai memasuki khayalan tingkat tinggi. Udara hari ini memang sangat bersahabat karena kairo telah memasuki musim semi tak ubahnya cuaca di Indonesia sehingga kami dapat seenaknya saja menggagahi situs-situs bersejarah itu tanpa kedinginan atau kepanasan. Tibalah kami disebuah mesjid nan megah berdinding marmer berhiaskan kaligrafi emas dengan gerbang nan tinggi menjulang peninggalan dinasti Umayyah. Jeprat-jepret kamera berkilauan bertempur dan saling mengejar mengabadikan saksi sejarah ini bak fotografer media berburu memotret artis terpanas dalam pemberitaan. Selang beberapa menit adzan nan syahdu berkumandang di mesjid yang bernama Mosque el-Muayyad ini. Kamipun berbondong-bondong mengambil air wudhu  yang terletak di tengah-tengah masjid beratapkan langit. Midho'ah (tempat wudhu) berbentuk lingkaran berdinding marmer pula berbentuk seperti istana kecil. Sungguh indah bangunan di masa kejayaan Islam dulu tak aneh jika dulu Dinasti Islam menguasai peradaban dunia selama beberapa abad. Selesei sholat berjama'ah aku siap berfose ikut serta merasakan kemegahan mesjid ini. Kamu itu artis luar negri fan, kau mengalahkan artis sekaliber Tora Sudiro disini, berpose lah! teriak Vikar salahsatu anggota IPSC. Berposelah aku layaknya artis berjaket merah menyala bertuliskan Indonesia layaknya Irfan Bachdim.

Satu persatu gedung-gedung bersejarah sesuai rencana  telah kami lewati dari Wikala & madrasah of Al-Ghuri, Mosque of MuayyadMosque of Qijmas Al-Ishaqi, Sabil Kuttab of Yusuf Agha, Maridani Mosque, Hammam Of bashtak, Suq As-Silah diakhiri benteng megah memiliki dua menara tinggi nan kokoh memancarkan kewibawaan yaitu Bab el-Zuwayyla yang konon angker sebagai benteng pertahanan bagi musuh dan tempat penggantungan para pembangkang dinasti. Sosoknya memang angkuh benar benteng ini seakan tak ada lawan yang mampu melangkahi mayatnya  menaklukkan kota Kairo kuno. Dengan membayar 1 pound saja aku bisa memasuki benteng dan menara ini, ah "mata duitan juga ni benteng di zaman sekarang dengan hanya sebesar Rp.1500 kira-kira aku dapat menangklukanmu" godaku dalam hati. Kunaiki benteng berdinding warna kuning kecoklatan dari batu yang tak tahu apalah nama batu itu yang penting sangat indah dan kokoh, ratusan anak tangga menara ku taklukkan dengan lorong gelap tanpa cahaya dapat menembus.  "Rasakan kau irfan, kau fikir aku sudah tidak angker, kau fikir aku sudah tua renta dan jompo" mungkin begitulah dia mengataiku dengan pongkah sekaligus menanggapi sogakan tadi ketika ku menggodanya dengan membayar tiket masuk. Setelah beberapa abad aku dalam kegelapan, aku dapatkan setitik cahaya diujung menara, "kutaklukan kau wahai benteng ompong", candaku. Di atas menara berdiameter 5 meter dan tinggi kurang lebih 50 meter aku berdiri melihat kota Kairo yang sangat eksotis dibatasi beberapa pegunungan coklat tak berpohon.

Itulah puncak kepuasan batinku menjelajahi kejayaan masa lalu Kairo diakhiri dengan kemenanganku menaklukan kota kairo dan berdiri diatas menara angker bagaikan panglima perang merebut kota Kairo. Hari ini kejenuhanku terobati sudah setelah beribu-ribu detik ku berselancar  di kota Kairo Kuno. ” Bayangkan Boi, kita anak udik menaklukkan Kairo”mungkin itulah kata sang pemimpi Aray dan Ikal kalo seandainya mereka bersama kami hari ini.

Senin, 05 Desember 2011

Pengalaman di Dai Muda Pilihan

Pengen Curhat saja ini mah sambil berbagi.
Setiap sesuatu pasti ada hikmahnya, ketika saya dulu gak diberi kesempatan evakuasi tatkala Cairo rusuh. Saya memutuskan pulang Ramadhan kemarin. Dan ternyata itu sudah jalan Allah. Hikmahnya akhirnya saya diberi kesempatan nongol plus narsis dalam kebaikan di salahsatu stasiun TV swasta.
Dari 500 lebih audisi bandung Alhamdulillah saya masuk menjadi finalis perwakilan Bandung bersama Tsani Liziah di acara Dai Muda Pilihan. Kaget sekaligus bersyukur bahagia karena ini semua atas izin Allah.
1322018829102798793513220190931571336592

Popular Posts

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.

Pages