Kamis, 08 Desember 2011

Jelajah Kota Kairo Kuno - Keindahan Cleopatra Memudarkan Keangkuhan Fir’aun

Adzan shubuh telah menggema seantero kota Kairo dari corong-corong dan kubah mesjid yang sangat indah nan megah menyapa telingaku dan membangunkan ribuan sosok tubuh yang terbuai mimpi-entahlah itu mimpi indah atau buruk tak hirau aku- berkumandang dengan syahdu menandakan kedamaian kota Kairo yang memang beberapa bulan yang lalu bak kota mati, Aih kata-kataku ini macam Kang Abiq saja - padahal aku hanya pura-pura jadi sastrawan biar dikatakan tulisan ini mempunyai estetika tingkat tinggi- haha aku tertawa sambil menyungging sedikit senyuman ditemani segelas kopi panas yang aku seduh setelah sholat shubuh tadi dengan dua sendok madu.
Tak sampai 10 menit minuman yang mengisi gelas hadiah ulangtahunku - perayaan ultah pertama di Kairo - kopi itu ludes dilahap bertubi-tubi oleh bibir, lidah, tenggorakan dan kelompok geng mereka. Ku langkahkan kaki menuruni tangga flat yang seakan tersenyum riang menikmati kebebasannya setelah menjadi saksi bisu revolusi menggulingkan presiden Husni Mubarak, krubuk blekbek itulah sapaan dari perutku yang keroncongan pada pagi nan sejuk dan damai sehingga niat awalku melangkah adalah membeli tho'miyyah bil-baidh bi isy syami - makanan khas mesir terdiri dari isy(roti gandum), tho'miyah(sejenis gorengan dengan bahan dasar terigu berwarna hijau) dan telor rebus dilengkapi salad dan mayonaise- dengan harga 1,5 pound sekitar Rp.2000 aku mendapatkannya, cukup mengganjal perutku hingga lunch nanti siang.
Hari ini aku bersama teman-teman yang masih berdiam di Kairo setelah menjadi saksi tumbangnya rezim tua yang telah monopouse dan tua renta  pemerintahan mesir dan tidak ikut eksekusi - bahasa candaan teman-teman kairo dari kata evakuasi -  merencanakan menjelajahi peninggalan bersejarah masa kejayaan dinasti Umayyah, Abbasiyyah dan dinasti Islam lainnya melalui Tim Armada Jelajah yang telah mengumumkan rencana penjelajahan itu melalui grup di Facebook.
Ikpm Cabang Kairo

Assalamualaikum …. Bagaimana kabar antum semua teman teman IKPM Cab Kairo ?
Dalam kesempatan ini kami Keluarga Besar “ ARMADA JELAJAH IKPM Cab Kairo “ mengajak teman teman sekalian semua untuk menjelajah sebagian situs peninggalan pada masa kejayaan islam di mesir ini . yang insyallah akan kita adakan pada :


Hari : Rabu,16 Maret 2011

Tujuan : Gate of mangka Al-Silahdar
Start : Wikalah al Ghuri
Kumpul : Di seketariat IKPM Cab Kairo
Pukul : 09.00 Clt ( tepat )
Adapun Situs Situs yang akan kita kunjungi :
1. Wikala & madrasah of Al-Ghuri
2. Mosque of Muayyad
3. Bab Zuwayla
4. Mosque of Qijmas Al-Ishaqi
5. Sabil Kuttab of Yusuf Agha
6. Maridani Mosque
7. Hammam Of bashtak
8. Suq As-Silah
Atas perhatian nya kami ucapkan terimakasih
Nb : pembiayaan sendiri ( ngeteng )
Di persiapkan alat potret nya
Wassalam


Itulah pemberitahuan yang aku dan teman-teman serumah flat dapatkan.  Sontak aku girang dan fikiranku membayangkan gedung-gedung megah di zaman dulu ketika aku merencanakan ikut dalam jelajah ini. Setelah lama tak jalan-jalan, yah lumayanlah untuk mengobati kerinduan pada negri tropis diseberang samudera sana walaupun masih ada entah rasa kecewa, iri dan senang tapi tak tahu apalah karena masih berdiam di negri Fir'aun dan Clepatra ini, celotehku sembari tersenyum simpul.

Kami beserta rombongan sekitar 20 telah berkumpul di halte bus kawasan Nasr City seperti pemberitahuan tadi bahwa transportasi ngeteng maklum sajalah kawan mahasiswa rantau tak cukup isi dompet kami untuk  menyewa bis travel atau bahkan minibus. Berangkatlah kami menggunakan Bis produksi China berwarna merah menyala seakan menyala-nyala masih bersemangat menumbangkan rezim otoriter, bertuliskan angka 80 dicoret jurusanAz-zahra - Darrasah. Siang hari sekitar jam 11 kami sampai di daerah yang kami tuju dan aku bertemu dengan teman-teman fotografer IPSC - komunitas fotografer mahasiswa Kairo - yang ternyata telah datang terlebih dahulu dari kami.

Kami berjalan menapaki jalan kecil diawali dari pasar tradisonal dan diakhiri benteng nan megah Bab el-Zuwaylayang konon tempat paling angker dimasanya, masih nampak dari penglihatanku kewibawaannya, kebengisan, keangkuhan dan sorot tajam mata benteng ini menatapku. Ku lalui pasar Wikala dan gedung-gedung kuno nan artistik berderet rapi ditepi jalan seakan-akan aku berada dimasa keemasan Islam lengkap berpakaian ala Arab kuno menunggangi hewan padang pasir serta membayangkan aku berada dalam pembuatan film Kingdom of Heaven. Alah aku mulai memasuki khayalan tingkat tinggi. Udara hari ini memang sangat bersahabat karena kairo telah memasuki musim semi tak ubahnya cuaca di Indonesia sehingga kami dapat seenaknya saja menggagahi situs-situs bersejarah itu tanpa kedinginan atau kepanasan. Tibalah kami disebuah mesjid nan megah berdinding marmer berhiaskan kaligrafi emas dengan gerbang nan tinggi menjulang peninggalan dinasti Umayyah. Jeprat-jepret kamera berkilauan bertempur dan saling mengejar mengabadikan saksi sejarah ini bak fotografer media berburu memotret artis terpanas dalam pemberitaan. Selang beberapa menit adzan nan syahdu berkumandang di mesjid yang bernama Mosque el-Muayyad ini. Kamipun berbondong-bondong mengambil air wudhu  yang terletak di tengah-tengah masjid beratapkan langit. Midho'ah (tempat wudhu) berbentuk lingkaran berdinding marmer pula berbentuk seperti istana kecil. Sungguh indah bangunan di masa kejayaan Islam dulu tak aneh jika dulu Dinasti Islam menguasai peradaban dunia selama beberapa abad. Selesei sholat berjama'ah aku siap berfose ikut serta merasakan kemegahan mesjid ini. Kamu itu artis luar negri fan, kau mengalahkan artis sekaliber Tora Sudiro disini, berpose lah! teriak Vikar salahsatu anggota IPSC. Berposelah aku layaknya artis berjaket merah menyala bertuliskan Indonesia layaknya Irfan Bachdim.

Satu persatu gedung-gedung bersejarah sesuai rencana  telah kami lewati dari Wikala & madrasah of Al-Ghuri, Mosque of MuayyadMosque of Qijmas Al-Ishaqi, Sabil Kuttab of Yusuf Agha, Maridani Mosque, Hammam Of bashtak, Suq As-Silah diakhiri benteng megah memiliki dua menara tinggi nan kokoh memancarkan kewibawaan yaitu Bab el-Zuwayyla yang konon angker sebagai benteng pertahanan bagi musuh dan tempat penggantungan para pembangkang dinasti. Sosoknya memang angkuh benar benteng ini seakan tak ada lawan yang mampu melangkahi mayatnya  menaklukkan kota Kairo kuno. Dengan membayar 1 pound saja aku bisa memasuki benteng dan menara ini, ah "mata duitan juga ni benteng di zaman sekarang dengan hanya sebesar Rp.1500 kira-kira aku dapat menangklukanmu" godaku dalam hati. Kunaiki benteng berdinding warna kuning kecoklatan dari batu yang tak tahu apalah nama batu itu yang penting sangat indah dan kokoh, ratusan anak tangga menara ku taklukkan dengan lorong gelap tanpa cahaya dapat menembus.  "Rasakan kau irfan, kau fikir aku sudah tidak angker, kau fikir aku sudah tua renta dan jompo" mungkin begitulah dia mengataiku dengan pongkah sekaligus menanggapi sogakan tadi ketika ku menggodanya dengan membayar tiket masuk. Setelah beberapa abad aku dalam kegelapan, aku dapatkan setitik cahaya diujung menara, "kutaklukan kau wahai benteng ompong", candaku. Di atas menara berdiameter 5 meter dan tinggi kurang lebih 50 meter aku berdiri melihat kota Kairo yang sangat eksotis dibatasi beberapa pegunungan coklat tak berpohon.

Itulah puncak kepuasan batinku menjelajahi kejayaan masa lalu Kairo diakhiri dengan kemenanganku menaklukan kota kairo dan berdiri diatas menara angker bagaikan panglima perang merebut kota Kairo. Hari ini kejenuhanku terobati sudah setelah beribu-ribu detik ku berselancar  di kota Kairo Kuno. ” Bayangkan Boi, kita anak udik menaklukkan Kairo”mungkin itulah kata sang pemimpi Aray dan Ikal kalo seandainya mereka bersama kami hari ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar